Books · Novel · Series

KNOCK – Chapter 1

Malam.

Hanya karena satu malam, kebiasaanku dimalam hari berubah drastis. Sama sekali tidak menyentuh yang namanya elektronik. Entah kenapa aku takut mendeketinya, apalagi sekedar memainkannya.

Bukan. Lebih tepatnya aku menghindar setelah use aneh yang bernama            (kosong) terus menge-chat ku sejak malam itu. Ia meng-chat facebook ku tak kenal waktu dan tak kenal lelah. Pernah sekali aku memblokirnya, namun entah apa yang terjadi ia kembali menginbox ku dengan username, email, dan avatar yang sama.

Aku semakin takut saat salah satu dari pesannya berbunyi sepeti ini,

Aku sangat menyukaimu. Tidak. Mungkin ini yang dibilang cinta mati! Aku mencintaimu, Kei. Ayo kita bertemu!

Aku tidak membalas pesan gilanya itu. Memang sejak ia pertama kali berkata ‘suka’ padaku, aku tidak pernah menanggapi semua chat nya.

Tak lama pesan darinya kembali muncul dari layar smartphoneku. Haruskah kujual saja smartphone ini? tapi, beli baru juga tak menjamin membuat si gila itu berhenti.

Apa aku saja yang menemuimu duluan? Tak sabar bertemu :*

Aku harus lapor polisi!

“Hoy!”

“Aaargghh! Menjauh! Menjauh dariku orang gila!”

“Eh, nama gue Bayu bukan ‘orang gila’.”

Aku mendongak. Apa yang sudah aku teriakan tadi? Efek negative dari mikirin si gila GrindRipper itu!

“Sor.sori bay, efek begadang tadi malem hehe” dustaku.

Bayu hanya mengiyakan lalu menarikku keluar kelas. Mau kemana kita, tak aku tanyakan, rasa takut ini masih saja menghantui walau ditengah keramaian.

Rupanya Bayu membawaku ke kantin. Tempat yang lebih ramai dibanding kelas. Ia mendudukanku dibangku dekat tukang baso sementara ia pergi memesan sesuatu.

Suuuaaa

Hari ini anginnya terasa damai. Bagus, satu hal yang membuat pikiranku tenang. Andai.. andai saja aku tidak menjawab chat nya, andai saja aku tidur lebih awal malam itu, dan andai saja hal ini benar-benar  tidak terjadi.

Kurasakan kehadiran Bayu disampingku. Ia menaruh sepiring nasi goreng kehadapanku, aku meliriknya sekilas lalu mengalihkan mata keluar jendela lagi. Tak lama pria itu pergi lagi. Hhh mungkin ia menyuruhku untuk menraktirnya secara t-i-d-a-k langsung.

Suuuaaaaaaa

Kali ini anginya lebih kencang dibanding yang tadi. Dan apa ini? tubuhku menggigil?

“He? Lo udah beli nasgor? Rese lo. Gue udah beliin baso juga,”

Dengan cepat aku menoleh kearah Bayu. Rupanya ia baru saja kembali lagi, apa benar ‘lagi’?

“Beli? Gue gak….” Ucapanku terpotong setelah melihat sepiring makanan favorit yang ada dihadapanku ini.

“Bukannya lo yang nganterin bay?”

Bayu mendecak, “Gila aje! Noh liat baso mang mamat ngantri parah daann stok duit gue cuma  cukup beli 2 mangkok baso. Sekarang.. lo malah nyia-nyiain duit gue,”

Awalnya bingung berganti kesal setengah mati kepada Bayu. Jadi cowok kok mulutnya kayak cewek ya? Masa bodo nih makanan darimana, yang pasti aku udah tau sikap pertemanan Bayu ke aku itu gak tulus(.)

Aku menggerabrak meja didepannya, tapi pria itu tetap juga gentar. Oohh aku tahu, benar-benar baru tahu! Rupanya sebuah ikatan pertemanan tak lebih berharga dibanding uang 10 ribu perak!

“Kalo gak ikhlas gak usah beliin!”

Aku pergi dan mendadak menjadi tuli. Tak mempedulikan teriakan dari Bayu dan gunjingan dari penghuni kantin tentang aku dan Bayu. Masa bodo sama yang namanya teman!

***

Sesampainya dikelas aku memasukan semua buku kedalam tas. Jam pelajaran masih ada setengah jam dari sekarang, tapi emang pada dasarnya aku ‘bukan’ murid teladan sah-sah saja sering bolos pelajaran.

“Mau kemana Kei?” Antie—siswi yang kebetulan sekelas denganku menegur.

Heh? Udah jelaslah. “Gue mau bolos,”

Cewek sok kepinteran itu menahan tanganku, “Jangan. Buku sikapmu udah banyak merah Kei, gimana kalo nanti gak naik kelas?”

Heeh gak naik kelas ya?

“tinggal pindah sekolah.”

Aku menepis genggamannya lalu pergi dari kepengapan ini.

***

Ting! Open!

Lagi-lagi dia! Bisa gak sih jangan ganggu gue lagi?! kayaknya sih mustahil kalo dia nya udah keras kepala dari lahir.

GrindRipper : Bete ya?

Huh! Dia tahu darimana sih?! Apa jangan-jangan…

GrindRipper : Tenang, aku gak nguntit kamu. Gak saat ini.

Seperti biasa, pria itu seperti membaca pikiranku. Dan apa tadi? Gak saat ini?!

GrindRipper : Mau refresh otak?

“Bisa gak berhenti? Hey, aku ini gak suka kamu OK?! Jadi jangan sok caper ke aku!!”

Aku tahu tempat buat teriak-teriak gak jelas kayak gini. Kucabut baterai HP lalu memasukannya kesaku rok. Kupisah jauh-jauh dari casingnya, kali aja bisa masang sendiri nanti.

Pergi. Aku musti pergi jauh-jauh. Masa bodo pergi kemana yang penting aku jauh dari sekolah dan si gila itu!

 

To Be Continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s